Mengenal Desa Budaya. Rumah Tiga di Buru Selatan

 

 

 




Rumah tiga adalah pemukiman masyarakat adat yang sepih, damai, dan aman tersembunyi disudut kota Kota Namrole terdapat hunian masyarakat adat yang diberi nama Rumah Tiga, masyarakat adat yang mendiami lokasi dipersimpangan kota  ini memberi nama tempat tinggal mereka Rumah Tiga karena awalnya masyarakat yang mendiami lokasi tersebut hanya terdepat 3 (tiga) Rumah. Lokasi Desa Wisata Budaya ini merupakan Anak Dusun kilo (5) lima yang secara admistrasi berada di bawah Desa Namrinat Kecamatan Namrole ≤ 4 km dari kota Namrole.  Sebutan rumah tiga menjadi sebutan yang akrab ditelinga masyarakat kota Namrole, karena kehidupan masyarakat di Rumah Tiga  mengambarkan keaslian kehidupan masyarkat Buru Selatan, pemukian yang hanya dihuni kurang lebih 20 lebih ini belum memiliki agama, atau di Buru Selatan dikenal dengan sebutan masyarakat Hindu artinya masyarakat yang belum mengenal agama. Sementara ciri khas bangunan rumah mereka memiliki daya tarik tersendiri yang mengambarkan kondisi dan ciri khas rumah – rumah tradisional masyarakat Buru Selatan asli. Rumah tiga dipimpin oleh seorang tokoh adat sekaligus disebut puji yang diberi tugas untuk memimpin smake di humsikit (rumah yang digunakan sebagai penyembahan), humsiki pada lokasi ini memiliki daya tarik karena dibangun dengan bahan dasar kulit kaya meranti. Humsikit bagi masyarakat adat Rumah Tiga selalu dimanfaatkan saat pagi hari dan sore mereka selalu babeto/smake pada humsikit sebelum melakukan aktifitas dihutan.